SHARE

Otopacu.com – Heboh salah satu produsen knalpot di Purbalingga dapat amukan dari brand Amerika, Brock’s Performance, karena pakai nama mereka dan menjualnya, tidak bisa jadi acuan bahwa perajin di wilayah Jawa Tengah ini berperilaku sama.

Red Mufflers contohnya. Nama yang berbau internasional ini berani tampil dengan merek sendiri dan berani masuk di semua segmen motor, dari bebek hingga moge 800cc.

“Lebih baik punya satu produk lokal orisinal daripada seribu knalpot palsu,” bangga Rizqa Amali Asnan atau yang akrab disapa Aam dari Red Mufflers Purbalingga.

Dengannya, ia menancapkan niat untuk tidak mau mencontek atau melabeli knalpotnya dengan brand-brand impor, seperti Akrapovic, Leo Vince, Yoshimura, Two Brothers, Brock’s hingga Scorpion.

Red Mufflers sendiri diakuinya belum menjadi bengkel produksi karena masih dalam tahap merintis dan bekerja sama dengan beberapa tempat untuk mendukung proses produksi.

Aam yang menyebut bahwa produksinya baru dimulai pada tahun 2015 ini sebelumnya pada 2010 menggunakan nama “Mr Knalpot”.

Memang, perubahan nama yang kemudian menjadi “Red Mufflers” lebih mencuri pandang. Barangkali, pemilihan nama ini pula yang perlu dipertimbangkan oleh para Purbalinggaers lainnya supaya lebih diserap pasar.

Aam sendiri bercerita bahwa awalnya ia menjual knalpot ke teman-teman di luar kota, dari temen Facebook, teman kuliah, hingga banyak lainnya. Saat itu, tidak ditampik, Aam sempat terpeleset untuk tergiur menggunakan nama merek luar palsu.

“Pada awal 2013 banyak sekali permintaan akan merek luar kami terima. Namun, kami sadari bahwa itu sudah salah. Maka, sedikit demi sedikit, kami bangun nama brand sendiri.”

Nama Red Mufflers pun berangkat dari kesukaannya pada sepak bola, khususnya pada klub bola Manchester United.

“Semua nama yang terpakai masih berhubungan dengan klub tersebut, dari Red Devils, Red Power, Red Prerformance, dan banyak lagi. Namun, nama-nama itu sangat umum dipakai produk lain, maka kami mengubah nama dengan Red Mufflers,” kata pria yang lebih memilih nama Aam karena Rizqa lebih seperti nama cewek, sekalipun ia tetap bangga dengan nama tersebut.

Red Mufflers sendiri menggunakan bahan stainless setebal 0,8 mm. Menurut Aam, produknya ada pula yang menggunakan karbon kevlar dengan penggunaan las argon.

“Saat ini, kami masih fokus pembuatan knalpot di (sepeda motor) 135cc sampai 250 cc, walau ada juga beberapa yang di atas 250cc, seperti (Kawasaki) ER6 (650cc) dan Kawasaki Z800 (800cc),” ujarnya.

Nah, Aam bisa jadi satu dari sekian contoh. Bagaimana dengan Purbalinggaers yang lain? Jangan sampai kreativitas teman-teman yang sebenarnya fenomenal di Indonesia ini terbunuh gara-gara tergiur memakai brand palsu.

(kpl/why/rd)

Originally posted 2016-08-09 18:24:25.